Selasa, 22 November 2011

menkokesra buka perkemahan wirakarya

Ambon  - Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat Agung Laksono direncanakan akan membuka Perkemahan Wirakarya X Gerakan Pramuka Perguruan Tinggi Agama Islam (PTAI) se-Indonesia tahun 2011 di Ambon 21 November 2011.

Ketua Panitia Pelaksana PW X Pramuka PTAI se-Indonesia, Ismail Rumadan, di Ambon, Kamis, membenarkan kesediaan Menko Kesra untuk membuka kegiatan yang akan berlangsung Bumi Perkemahan Al-Mulk, IAIN Ambon, kawasan Kebun Cengkeh dan diikuti peserta PTAI dari 33 provinsi itu.

"Menko Kesra Agung Laksono sudah menyatakan kesiapan membuka kegiatan yang diikuti peserta dari 33 provinsi ini dan akan berlangsung 21-30 November 2011," katanya.

Menurutnya, sebenarnya Panitia pelaksana melalui Pemprov Maluku dan dan Kwartir Nasional (Kwarnas) Gerakan Pramuka, meminta kesediaan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono membuka kegiatan perkemahan tersebut, tetapi Presiden berhalangan dan mewakilkan kepada Menko Kesra.

Menko Kesra Agung Laksono, ujarnya akan didampingi Menteri Agama Suryadharma Ali saat membuka kegiatan perkemahan dua tahunan itu.

Sebanyak 2.000 peserta dari 53 PTAI di 33 provinsi dan sejumlah perguruan tinggi di Maluku, telah menyatakan kesediaan mengikuti kegiatan tersebut, di mana dampaknya akan mengembalikan citra Ambon dan Maluku pada umumnya sebagai daerah yang aman.

Dia mengatakan, sebagian peserta dari luar telah berdatangan di Ambon dan diperkirakan seluruh kontingen telah berada di ibu kota provinsi Maluku itu pada Jumat (18/11).

"Seluruh infrastruktur penunjang kegiatan ini telah selesai dikerjakan, diantaranya ruas jalan menuju lokasi perkemahan sudah diaspal, lapangan upacara. Saat ini mulai dipasang tenda yang akan digunakan masing-masing kontingen di atas perbukitan," katanya.

Pihaknya, tandas Ismail Rumadan mendapat bantuan 30 unit tenda dari TNI dan 20 unit lainnya dari Dinas Sosial Maluku, yang digunakan sebagai hunian peserta juga untuk keperluan pameran.

Pelaksana Harian Rektor IAIN Ambon Hasbullah Toisutta mengatakan peserta dari PTAI seluruh Indonesia mencapai 1.000, sedangkan 1.000 lainnya dari perguruan tinggi lokal non PTAI dan siswa SMA/SMK di Pulau Ambon.

"Kehadiran para peserta dari berbagai daerah di Indonesia menunjukkan bahwa mereka percaya kondisi keamanan di Ambon telah pulih dan normal, serta jalinan kerukunan dan keharmonisan hidup antarumat beragama telah terjalin dengan baik," katanya.

Sedangkan Wagub Maluku, Said Assagaff menegaskan, penyelenggaraan PW ke-X PTAI se-Indonesia akan menjadi bagi barometer pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Nasional ke-XXIV dijadwalkan di Ambon pada Juni 2012.

"Jika kegiatan ini sukses, Insya Allah MTQ XXIV yang akan diikuti sekira 4.000-an kafilah juga akan berhasil," kata Wagub.

Assagaff mengatakan, dipilihnya IAIN Ambon sebagai tuan rumah pelaksanaan perkemahan tersebut oleh Dirjen Tinggi Islam Kementerian Agama menunjukan kepercayaan pemerintah pusat kepada Provinsi Maluku.

Kegiatan yang dipusatkan di bumi perkemahan Al Mulk IAIN Ambon itu juga akan dimeriahkan oleh paduan suara dari Sekolah Tinggi Agama Kristen Protestan Negeri (STAKPN) Ambon yang berpartisipasi menyanyikan lagu-lagu mars dan hymne pramuka.

Selain itu, tarian katreji juga akan disuguhkan para mahasiswa nonmuslim itu sekaligus memperkenalkan budaya Maluku kepada peserta perkemahan. 








Selasa, 05 Juli 2011

motifasi belajar

Dalam dunia pendidikan, terutama dalam kegiatan belajar, seperti yang sudah saya bahas dalam tulisan terdahulu, bahwa kelangsungan dan keberhasilan proses belajar mengajar bukan hanya dipengaruhi oleh faktor intelektual saja, melainkan juga oleh faktor-faktor nonintelektual lain yang tidak kalah penting dalam menentukan hasil belajar seseorang, salah satunya adalah kemampuan seseorang siswa untuk memotivasi dirinya. Mengutip pendapat Daniel Goleman (2004: 44), kecerdasan intelektual (IQ) hanya menyumbang 20% bagi kesuksesan, sedangkan 80% adalah sumbangan faktor kekuatan-kekuatan lain, diantaranya adalah kecerdasan emosional atau Emotional Quotient (EQ) yakni kemampuan memotivasi diri sendiri, mengatasi frustasi, mengontrol desakan hati, mengatur suasana hati (mood), berempati serta kemampuan bekerja sama.

Motivasi sangat penting artinya dalam kegiatan belajar, sebab adanya motivasi mendorong semangat belajar dan sebaliknya kurang adanya motivasi akan melemahkan semangat belajar. Motivasi merupakan syarat mutlak dalam belajar; seorang siswa yang belajar tanpa motivasi (atau kurang motivasi) tidak akan berhasil dengan maksimal.

Motivasi memegang peranan yang amat penting dalam belajar, Maslow (1945) dengan teori kebutuhannya, menggambarkan hubungan hirarkhis dan berbagai kebutuhan, di ranah kebutuhan pertama merupakan dasar untuk timbul kebutuhan berikutnya. Jika kebutuhan pertama telah terpuaskan, barulah manusia mulai ada keinginan untuk memuaskan kebutuhan yang selanjutnya. Pada kondisi tertentu akan timbul kebutuhan yang tumpang tindih, contohnya adalah orang ingin makan bukan karena lapar tetapi karena ada kebutuhan lain yang mendorongnya. Jika suatu kebutuhan telah terpenuhi atau perpuaskan, itu tidak berarti bahwa kebutuhan tesebut tidak akan muncul lagi untuk selamanya, tetapi kepuasan itu hanya untuk sementara waktu saja. Manusia yang dikuasai oleh kebutuhan yang tidak terpuaskan akan termotivasi untuk melakukan kegiatan guna memuaskan kebutuhan tersebut (Maslow, 1954).

Dalam implikasinya pada dunia belajar, siswa atau pelajar yang lapar tidak akan termotivasi secara penuh dalam belajar. Setelah kebutuhan yang bersifat fisik terpenuhi, maka meningkat pada kebutuhan tingkat berikutnya adalah rasa aman. Sebagai contoh adalah seorang siswa yang merasa terancam atau dikucilkan baik oleh siswa lain mapun gurunya, maka ia tidak akan termotivasi dengan baik dalam belajar. Ada kebutuhan yang disebut harga diri, yaitu kebutuhan untuk merasa dipentingkan dan dihargai. Seseorang siswa yang telah terpenuhi kebutuhan harga dirinya, maka dia akan percaya diri, merasa berharga, marasa kuat, merasa mampu/bisa, merasa berguna dalam didupnya. Kebutuhan yang paling utama atau tertinggi yaitu jika seluruh kebutuhan secara individu terpenuhi maka akan merasa bebas untuk menampilkan seluruh potensinya secara penuh. Dasarnya untuk mengaktualisasikan sendiri meliputi kebutuhan menjadi tahu, mengerti untuk memuaskan aspek-aspek kognitif yang paling mendasar.

Guru sebagai seorang pendidik harus tahu apa yang diinginkan oleh para sisiwanya. Seperti kebutuhan untuk berprestasi, karena setiap siswa memiliki kebutuhan untuk berprestasi yang berbeda satu sama lainnya. Tidak sedikit siswa yang memiliki motivasi berprestasi yang rendah, mereka cenderung takut gagal dan tidak mau menanggung resiko dalam mencapai prestasi belajar yang tinggi. Meskipun banyak juga siswa yang memiliki motivasi untuk berprestasi yang tinggi. Siswa memiliki motivasi berprestasi tinggi kalau keinginan untuk sukses benar-benar berasal dari dalam diri sendiri. Siswa akan bekerja keras baik dalam diri sendiri maupun dalam bersaing dengan siswa lain.

Siswa yang datang ke sekolah memiliki berbagai pemahaman tentang dirinya sendiri secara keseluruhan dan pemahaman tentang kemampuan mereka sendiri khususnya. Mereka mempunyai gambaran tertentu tentang dirinya sebagai manusia dan tentang kemampuan dalam menghadapi lingkungan. Ini merupakan cap atau label yang dimiliki siswa tentang dirinya dan kemungkinannya tidak dapat dilihat oleh guru namun sangat mempengaruhi kegiatan belajar siswa. Gambaran itu mulai terbentuk melalui interaksi dengan orang lain, yaitu keluarga dan teman sebaya maupun orang dewasa lainnya, dan hal ini mempengaruhi prestasi belajarnya di sekolah.

Berdasarkan pandangan di atas dapat diambil pengertian bahwa siswa datang ke sekolah dengan gambaran tentang dirinya yang sudah terbentuk. Meskipun demikian adanya, guru tetap dapat mempengaruhi mapun membentuk gambarang siswa tentang dirinya itu, dengan tujuan agar tercapai gambarang tentang masing-masing siswa yang lebih positif. Apabila seorang guru suka mengkritik, mencela, atau bahkan merendahkan kemampuan siswa, maka siswa akn cenderung menilai diri mereka sebagai seorang yang tidak mampu berprestasi dalam belajar. Hal ini berlaku terutama bagi anak-anak TK atau SD yang masih sangat muda. Akibatnya minat belajar menjadi turun. Sebaliknya jika guru memberikan penhargaan, bersikap mendukung dalam menilai prestasi siswa, maka lebih besar kemungkinan siswa-siswa akan menilai dirinya sebagai orang yang mampu berprestasi. Penghargaan untuk berprestasi merupakan dorongan untuk memotivasi siswa untuk belajar. Dorongan intelektual adalah keinginan untuk mencapai suatu prestasi yang hebat, sedangkan dorongan untuk mencapai kesuksesan termasuk kebutuhan emosional, yaitu kebutuhan untuk berprestasi.

Mengutip pendapat Mc. Donald (Tabrani, 1992: 100), “motivation is energy change within the person characterized by affective arousal and anticipatory goal reaction.” Motivasi adalah sesuatu perubahan energi di dalam pribadi seseorang yang ditandai dengan timbulnya afektif dan reaksi untuk mencapai tujuan. Dari perumusan yang dikemukakan Mc. Donald ini mengandung tiga unsur yang saling berkaitan, yaitu: 1) motivasi dimulai dari adanya perubahan energi dalam pribadi, 2) motivasi ditandai dengan timbulnya perasaan (affective arousal), 3) motivasi ditandai oleh reaksi-reaksi untuk mencapai tujuan.