Rabu, 07 Januari 2015

MANUSIA DAN SIFAT PENANYA



ALAM diciptakan beserta dengan segala isinya, termasuk manusia yang diberikan akal untuk dapat menghargai sesama manusia.
Manusia memiliki tugas untuk mengabdi bukan hanya kepada Allah Swt semata, tapi juga mengabdi sesama manusia.
Sesama manusia, pengabdian itu diberikan dalam bentuk menghargai orang lain, bukan men-Tuhan-kan. Selain menghargai orang lain, manusia juga harus menyadari dirinya, bahwa setiap orang memiliki kelebihan dan kekurangan. Maka sebagai manusia harus saling mendorong dan memback-up ketika diberikan tugas dan amanah dalam melakukan sesuatu. Bukan saling menjatuhkan atau mencari kesalahan. Karena mencari kesalahan dan menyalahkan orang lain, hanya akan menempatkan seseorang itu pada posisi yang paling hina.
Sebagai manusia yang diberikan akal untuk melihat dan memandang orang lain pada posisi kemanusiaannya. Tak sepatutnya kita mengkerdilkan orang lain, saat berada pada posisi paling mewah. Harusnya kita menyadari, bahwa keberadaan kita pada kemewahan, justru mempercepatkan kita pada ruang kenistaan, dan kerapuan.

Sabtu, 03 Januari 2015

Renungan Akhir Tahun 2014: “Media sebagai alat Pendidikan Kritis dan Kematangan Demokrasi Indonesia 2015”


Sebentar lagi kita tengah memasuki awal tahun baru 2015, mengawali peringatan tahun baru di bangsa ini, kita ternyata lebih dulu diberi kado tahun baru 2015 yang paling istimewa kurang dari dua bulan menjelang tahun baru. Kado ini tidak lain adalah pelantikan Joko Widodo (Jokowi) dan Jusuf Kalla (JK) sebagai Presiden dan Wakil Presiden RI yang baru, kado yang berimplikasi langsung terhadap sikap optimis dan pesimis kita bangsa Indonesia yang menerimanya.

Ilustrasi
Pengaruh isi kado ini pun mulai terasa bagi kemeriahan memasuki tahun 2015, yang utamanya bagi pendidikan dan demokrasi di Republik ini. Beberapa catatan menarik yang sempat saya baca tentang menatap Indonesia tahun 2014 oleh kolumnis di media harian Kompas menjadi rujukan dalam perenungan awal saya tentang Pendidikan dan Demokrasi yang hendak saya utarakan dalam kesempatan ini.


  • Demokrasi Indonesia dan Masyarakat Belajar (Learning Sociaty)
Kado yang kita terima ini sejatinya adalah hasil produk demokrasi yang secara bermasyarakat kita bungkus dengan pilpres kemarin dan akhirnya kita nikmati secara sendiri-sendiri sebagai anggota masyarakat di bangsa ini yang sedang menuju kematangan demokrasi. Kemeriahan menyambut 2015 ini sudah diawali sejak 20 Oktober 2014 beberapa bulan lalu. Sebagai masyarakat yang menuju usia matang demokrasi, saya amati mayoritas kita mulai sadar seumpama bentuk partisipasi kemeriahan hari raya suci Idul Fitri dimana seluruh anggota keluarga mempersiapkan segala sesuatu untuk dinikmati secara bersama-sama pula.

ADA APA DI BALIK MAULID NABI

Suatu masa ketika pasukan Islam dibawah Komandan Agung suku Kurdi, Komandan Kurdi yang tidak mengatakan bahwa Saya Orang Kurdi, Komandan yang tidak membunuh Perempuan dan Anak Kecil ketika berlangsungnya perang dan mereka yang sudah menyerah, Komandan yang hanya menyerang ketika jalur bebas yang dilalui Muslimin diusik oleh lawan, Komandan yang menjadikan Kota Suci JERUSALEM MILIK BERSAMA dan semua bisa beribadah tanpa ada dendam untuk menghancurkan Gereja atau Sinagoga, Komandan yang sangat menghargai lawan tempurnya sang prajurit terbaik no 1 dunia yaitu Raja Richard I dikenal dengan “Lion Heart”, Komandan yang pada saat meninggal kain kafannya (selalu dibawa kemana-mana) tidak cukup menutup tubuhnya & harta tersisa tak mampu mebiayai pemakamannya, Komandan Sunni non Arab yang menjadi legenda sepanjang masa selama kitab Barzanji dibaca ketika Orang pergi Haji di Kampung-kampung Maluku, dialah Salahuddin al-Ayyubi (Allahyarham).

Jumat, 02 Januari 2015

CREW LINTAS MENYABET PREDIKAT WISUDAWAN TERBAIK

wisuda adalah prosesi atas kelulusan dan sebagai bentuk ucapan perpisahan dari kampus yang ditinggalkannya. Setelah bertahun-tahun menimba ilmu, kemudian pada akhirnya melaksanakan penelitian (skripsi) dan kemudian sidang kelulusan (yudisium) dan dinyatakan lulus merupakan suatu kebanggan tersendiri.

Karena selama proses tersebut banyak sekali rintangan dan penuh dengan perjuangan, sehingga merupakan suatu kebanggan yang tidak bisa dilupakan, apalagi lulus dengan nilai IPK yang memuaskan.
Segenap keluarga besar lintas bangga atas kelulusan kalian ......Semoga menjadi sarjana yang mampu memberikan kontribusi terbaik bagi masyarakat dan menjadi Sarjana yang bertakwa, berakhlak mulia dan memberi teladan serta manfaat bagi masyarakat.
wisudawan terbaik

Tips Dalam Menghadapi Ujian Akhir Semester UAS |


LINTAS BlogBerhubung teman-teman lagi mau menghadapi UAS jadi kami  ingin share Tips Dalam Menghadapi Ujian Akhir Semester UAS. UAS atau ujian akhir semester merupakan suatu rangkaian pengujian materi perkuliahan yang diberikan oleh dosen kepada mahasiswa pada akhir semester. UAS dilaksanakan setiap 6 bulan sekali, pada akhir semester ganjil dan semester genap. Sering kali UAS dapat menjadi beban bagi para mahasiswa, baik beban mental maupun beban emosional karena akumulasi jumlah materi yang ada dan waktu yang relatif  singkat. Tetapi, jangan khawatir dan resah untuk menghadapi Ujian Akhir Semester. Ada beberapa tips yang dapat membuat perjalanan UAS menjadi lancar.